Senin, 24 Oktober 2011

Aku Bisa

Begitu mulai menulis ini ntah kenapa aq teringat semua memori pada masa lalu. Sekarang memang berbeda dengan dulu. Hari ini berbeda dengan hari esok, waktu sekarang berbeda dengan waktu lampau. Berbagai rahasia untuk masa depan memang menjadi suatu rahasia yang tidak pernah diketahui oleh manusia, tapi Tuhan pasti tahu. Hari yang lalu, waktu yang lalu maupun detik yang lalu sudah menjadi wajaban dari setiap langkah kita. Apakah jawaban tersebut bakal menjadi refleksi bagi kita dan akan di perbaiki untuk kedepannya ?

Berbagai penyesalan sudah biasa kita hadapi, tapi terkadang jarang pula bagi orang untuk memperbaiki kualitas hidup dan dirinya untuk di jalankan kedepannya. Aq saat ini berada pada titik yang bisa dikatakan sebuah dinamika hidup. Seiring bertumbuh dan berkembangnya seseorang menjadi besar pastinya masalah itu semakin berat ia hadapi. Beda dengan posisi ketika kita berada pada anak-anak, yaa mereka hanya memikirkan masa-masa bermain mereka tanpa beban masalah. Tetapi ketika mereka sudah besar, pastinya tantangan mereka akan semakin berat.

ya Allah, perkenankan hamba untuk kuat menghadapi ini tantangan hidup yang engkau berikan dan aq mohon petunjuk maupun ridho Mu. Amin
Bukan hidup namanya jika tanpa masalah. Pastinya ujian demi ujian akan dihadapi demi peningkatan kualitas hidup seseorang. Bagaimana ia menghadapi dan menyelesaikannya akan menjadi satu bagian proses pendewasaan diri. Saya yakin jika kita mengenal diri akan kekurangan kita sendiri dan mau memperbaiki kedepannya, insyaallah perubahan dalam hidup mu akan menjadi lebih berarti. Ingat juga bahwa Allas SWT tidak akan membebankan masalah kepada makhluk NYA diluar kemampuan makhluk tersebut. Hanya itulah yang bisa membuat ku menjadi tegar mengahadapi hidup ini :')

Selasa, 11 Oktober 2011

Steve Jobs: Saya bukan hamba uang


KOMPAS.com - Kepuasan kerja sejati tidak terletak pada uang yang dijanjikan tetapi pada pengembangan diri untuk terus memperbaiki kualitas sumber daya sebagai bekal yang tidak terseret inflasi seiring perkembangan waktu.

Petikan kutipan ini pernah disampaikan oleh Steve Jobs untuk menggambarkan keinginannya yang tak pernah padam memberikan inspirasi bagi orang lain soal rahasia kepuasan dan kesuksesan kerja sebelum ajal menjemputnya pada usia 56 tahun, Rabu (5/10/2011).

"Saya dihargai dengan bayaran hingga 1 juta dollar AS pada usia 23 dan lebih dari 10 juta dollar AS pada usia 24, bahkan lebih dari 100 juta dollar AS pada usia 25. Tetapi kenyataan ini tidak menjadi penting karena saya tidak menaruh fokus perhatian saya pada uang yang saya terima," urainya.

"Apa yang saya lakukan bukan memberikan kemudahan bagi orang lain tetapi membuat mereka menjadi lebih baik," pesan Steve yang menilai pengembangan kualitas diri sebagai prioritas kepuasan kerja tak hanya berdampak pada diri sendiri tetapi juga orang lain.

"Waktu kalian terbatas, jadi jangan habiskan hidup ini dengan semata bergantung pada pandangan orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma yang hanya berisi pemikiran orang lain. Jangan biarkan kebisingan akan pendapat orang lain menenggelamkan buah pikiran pribadi kalian. Dan yang terpenting peganglah teguh apa yang menjadi intuisi dan suara hatimu. Orang lain juga ingin melihat apa yang menjadi pandangan kalian sebenarnya," katanya.

"Inovasi membedakan seorang pemimpin dari pengikut. Ini yang selalu kami terapkan sebelum terjadi ledakan bisnis dot-com. Apa yang perusahaan kami lakukan adalah justru menemukan investasi saat resesi terjadi. Kami tidak akan memecat karyawan tetapi justru berusaha memaksimalkan mereka untuk menjadikan Apple sebagai fokus perhatian mereka. Sementara pemecatan hanya akan menjadi opsi terakhir," jelasnya.

"Ada yang mungkin mengatakan, Ya Tuhan, apa jadinya Apple apabila (Jobs) terlindas bus. Menurutku, kekhawatiran seperti ini tidak akan pernah terjadi karena sumber daya manusia yang benar-benar bermutu telah disediakan Apple," katanya.

"Tugas saya adalah menciptakan tim eksekutif handal untuk menggantikan posisiku. Yang saya lakukan bukan membodohi orang lain dan bukan meyakinkan mereka agar menerima sesuatu yang sebenarnya mereka tidak inginkan. Kami berhak memutuskan apa yang diinginkan untuk mencapai inovasi dengan harapan bahwa keputusan itu juga melatih kemampuan kami dalam membaca apa yang menjadi keinginan sebagian besar pasar. Untuk itulah kami dibayar yaitu untuk menciptakan produk yang benar-benar memuaskan pasar."

Sumber dari Kompas, Kamis 6 Oktober 2011